Skip to Content Transformation, documented Bogor : WIB
Teduh Technology Book consultation

Satu putaran keliling kedai

Segelas kopi. Delapan hal yang menentukan untungnya.

Dari pintu sampai rolling door : biji, susu, mesin, antrean, dan siapa yang boleh berdiri di belakang konter. Di tiap perhentian ada satu kalimat yang sudah sering kami dengar dari pemilik kedai — dan satu hal yang Teduh kerjakan supaya kalimat itu tidak perlu diucapkan lagi.

Perhentian pertama

Antreannya panjang, mesinnya jalan terus, gelas keluar satu per satu. Yang belum kelihatan adalah berapa yang tinggal dari tiap gelas. Mari masuk.

Di atas konter

“Segelas laku Rp 25.000. Untungnya berapa, saya tidak tahu.”

Satu gelas bukan satu bahan. Espresso, susu, sirup, gelas, tutup, dan sedotan punya harganya sendiri, dan berubah tiap kali Anda belanja. Teduh menyusun resep tiap menu — termasuk varian ukuran dan jenis susu — lalu menghitung harga pokoknya dari harga beli terakhir. Margin dibaca per menu, bukan per bulan.

HPP per menu

Di penggiling

“Sekarung biji habis lebih cepat daripada catatan penjualan.”

Selisih giling, gelas yang diulang, dan cicipan barista tidak pernah masuk buku mana pun. Teduh menghitung pemakaian dua kali : menurut resep, dan menurut yang benar-benar keluar dari rak. Selisihnya dipecah — yang sudah ada keterangannya, dan yang belum. Sisa yang belum itulah yang perlu ditanyakan.

Selisih resep lawan persediaan

Di kulkas bawah konter

“Susu keburu basi sebelum terpakai.”

Tiap kiriman susu punya tanggalnya sendiri, dan yang paling dekat kedaluwarsa selalu keluar duluan — diatur sistem, tanpa barista pernah ditanya dari kotak mana. Yang tinggal dua hari muncul lebih dulu di layar pemilik, selagi masih bisa dijadikan promo.

Batch & kedaluwarsa

Pukul sebelas, antrean sampai pintu

“Jam sibuk, sinyal putus, antrean berhenti.”

Kasir tetap melayani. Notanya disusun di perangkat dan terkirim sendiri begitu jaringan kembali, dengan jam jual aslinya — dan dengan penjagaan supaya satu nota tidak pernah terbukukan dua kali. Jam paling ramai adalah jam yang paling tidak boleh berhenti.

Kasir luring

Di papan sif

“Barista berganti sif, kasirnya siapa saja bisa buka.”

Pemilik menerbitkan sendiri akun untuk tiap barista. Mereka boleh melayani dan melihat stok; uang, belanja, dan laporan tetap milik pemilik. Sif berganti, jejaknya tetap ada. Barista berhenti, aksesnya dicabut hari itu juga.

Pengguna & hak akses

Di belakang konter

“Mesin dibeli tunai, bulan itu bukunya langsung merah.”

Mesin bukan beban sebulan; ia aset yang dipakai bertahun-tahun. Teduh mencatatnya sebagai aset tetap dan menyusutkannya sendiri tiap bulan, dengan jadwal yang jalan sejak tanggal pembeliannya. Bulan pembelian berhenti terlihat seperti bencana, dan biaya mesin akhirnya menempel pada gelas yang dihasilkannya.

Aset tetap & penyusutan

Perhentian terakhir

Rolling door turun. Tidak ada gelas yang belum dihitung, tidak ada nota yang menunggu direkap. Laba rugi, neraca, dan harga pokok hari ini sudah jadi sebelum mesin dimatikan.

Tutup kedai, bukunya beres

Sampai di sini

Itu saja isinya. Tidak ada modul yang harus dibeli belakangan, dan tidak ada bagian yang baru jalan setelah data Anda lengkap. Kami yang datang memasangnya, dan hari pertama sudah bisa jualan.

Buka kedai sekarang

Akhir perjalanan

Kedai pertama jalan hari ini. Tidak perlu menunggu siapa pun.

Mulai Rp 200.000 per bulan · tanpa biaya pembukaan · berhenti kapan saja.

Buka kedai sekarang